Sejumlah perusahaan besar di Indonesia, baik BUMN maupun swasta, secara konsisten menjalankan program CSR perusahaan yang secara khusus menyasar pengembangan UMKM. Program-program ini tidak hanya berupa bantuan modal, tetapi juga mencakup pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi akses pasar bagi UMKM binaan. Berikut 10 perusahaan yang dikenal memiliki program CSR Indonesia terbaik di bidang pemberdayaan UMKM.
1. Bank Rakyat Indonesia (BRI) BRI menjalankan sejumlah program unggulan bagi UMKM binaan, di antaranya Klasterku Hidupku yang membina puluhan ribu klaster usaha berbasis komunitas, Rumah BUMN yang memberikan pelatihan bagi ratusan ribu pelaku UMKM, Desa BRILiaN yang menjangkau ribuan desa, serta platform digital LinkUMKM. Pendekatan berbasis klaster ini dinilai efektif karena tidak hanya menyasar aspek permodalan, tetapi juga kapasitas dan jejaring usaha secara kolektif.
2. Pertamina Melalui program UMK Academy, Pertamina memberikan pembinaan terstruktur dan berjenjang bagi UMKM binaan dengan empat kurikulum utama, yaitu Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global, yang diintegrasikan dengan prinsip Go Green. Setiap tahun, ribuan pelaku UMKM mendaftar untuk mengikuti program ini, dengan sebagian peserta terpilih mendapatkan pendampingan intensif, akses pameran, hingga hibah alat produksi.
3. Astra Melalui pilar Astra untuk Indonesia Kreatif, Astra membina UMKM pemasok Grup Astra maupun UMKM di sekitar wilayah operasionalnya melalui program seperti Kampung Berseri Astra dan Asosiasi Pelaku Usaha Kecil Binaan Astra (UMKM BISA). Program ini memberikan pelatihan, penguatan kelembagaan, bantuan peralatan produksi, hingga akses pasar ekspor bagi UMKM binaan yang tergabung di dalamnya.
4. Bank Mandiri Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang telah berjalan sejak 2007 menjadi program CSR utama Bank Mandiri dalam membina wirausaha muda, dan telah melahirkan puluhan ribu alumni. Selain itu, Bank Mandiri juga mengelola jaringan Rumah BUMN yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
5. Sampoerna Melalui Sampoerna Retail Community (SRC), perusahaan membina ratusan ribu toko kelontong di seluruh Indonesia dengan pendampingan manajemen usaha, digitalisasi, hingga penyediaan rak Pojok Lokal bagi produk UMKM sekitar. Sampoerna juga menjalankan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang telah memberdayakan ratusan ribu pelaku wirausaha selama lebih dari satu dekade.
6. Semen Indonesia Group (SIG) SIG menjalankan program pemberdayaan UMKM di sekitar wilayah operasional pabriknya, salah satunya melalui Rumah BUMN Rembang yang telah mencatatkan transaksi miliaran rupiah dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. SIG juga menginisiasi PT Sinergi Mitra Operasi Rembang (SMOR), model kerja sama BUMN dan BUMDes pertama di Indonesia untuk mengelola potensi ekonomi desa sekitar pabrik.
7. Bank Central Asia (BCA) Melalui payung program Bakti BCA, khususnya pilar Bakti UMKM & Desa Bakti BCA, perusahaan membina puluhan desa wisata dan UMKM binaan di berbagai wilayah Indonesia. Bentuk dukungannya meliputi perluasan akses pasar dan promosi, fasilitasi sertifikasi halal gratis, hingga program UMKM Go Export bagi pelaku usaha yang siap menembus pasar internasional.
8. Telkom Indonesia Telkom mengoptimalkan pengembangan UMKM binaan melalui klaster digital UMKM Millennials dan pendekatan Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global. Perusahaan juga mengembangkan berbagai platform digital yang memudahkan UMKM binaan untuk memasarkan produknya secara daring dan memperluas jangkauan pasar.
9. PLN Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan kawasan wisata dan UMKM di sejumlah daerah operasionalnya. PLN turut mendorong UMKM binaan untuk naik kelas melalui pendampingan usaha yang terintegrasi dengan program kelistrikan dan lingkungan.
10. Permodalan Nasional Madani (PNM) Sebagai bagian dari holding ultra mikro bersama BRI, PNM menjalankan dua program utama, yaitu Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang menyasar perempuan pelaku usaha ultra mikro, dan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) yang memberikan pinjaman modal usaha berskala lebih besar. Kedua program ini tidak hanya menyediakan akses modal, tetapi juga pendampingan dan pelatihan usaha secara berkelanjutan.
Kesepuluh perusahaan di atas menunjukkan bahwa program CSR perusahaan yang baik tidak berhenti pada penyaluran dana, melainkan dirancang secara berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi akses pasar bagi UMKM binaan. Bagi pelaku UMKM, memahami ragam program CSR Indonesia semacam ini dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan dukungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan usahanya.